Cara membuat blog pribadi dengan WordPress

Tulisan ini terinspirasi dari pengalaman, sudut pandang serta opini pribadi penulis. WordPress sudah menjadi salah satu flatform blogging yang paling banyak digunakan di dunia, khususnya pada saat ini. Sejak pertama kali saya belajar per-web-an (istilah sendiri), saya langsung jatuh cinta kepada platform yang satu ini. Entah mengapa. Padahal platform yang lain tentu banyak.

Dengan maraknya UKM yang sudah di-online-kan, maka tak heran pertumbuhan e-commerce di Indonesia semakin berkembang pesat. Nah, banyaknya user atau pengguna inilah yang dilihat para pengembang sebagai pasar yang potensial untuk bisnis, misalnya untuk membuat dan menjual themes atau plugin berbayar khusus untuk digunakan pada WordPress.

Dan dari sekian banyak platform yang tersedia, WordPress menjadi salah satu yang umum digunakan oleh para pengembang web untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai dari website perusahaan, blog pribadi, portal, sampai toko online juga bisa. WordPress banyak digunakan sebagai pilihan karena mudah digunakan, mudah untuk di kustomisasi, ketersediaan pendukung untuk membantu pengembangan yang melimpah seperti plugin, dan themes, mulai dari yang gratis sampai yang berbayar.

WordPress merupakan platform favorit saya. Dan saya juga sering menggunakannya kalau mau membangun sebuah website. Mulai dari website berbentuk blog, portal sampai e-commerce. Dan dalam membangun website e-commerce atau toko online, WordPress juga sangat bisa diandalkan. Sedangkan untuk layanan hostingnya, saya lebih memilih wordpress optimized hosting dengan server yang berlokasi di Indonesia, salah satunya Niagahoster. Mengapa?

Layanan ini menggunakan teknologi hosting yang telah dioptimalkan untuk WordPress seperti: Softaculous (1-click install WordPress dan ratusan premium themes for FREE), Multiple PHP Version (PHP 5.2 s/d 5.6), CloudLinux, SSD, CageFS untuk keamanan akun, Apache + LiteSpeed untuk menunjang performa website, Disk Drive RAID-10 dan auto weekly backup untuk proteksi kehilangan data, serta fitur Attracta SEO Tools yang akan membantu meningkatkan peringkat website di Google.

Dan yang terpenting, perlu bagi saya untuk memilih hosting yang support dengan plugin tambahan yang saya perlukan seperti seperti Woocommerce ataupun install themes yang sudah ada fitur katalog produknya. Plugin seperti seperti Woocommerce ini dapat digunakan untuk membuat toko online dengan WordPress. Namun sayangnya kalau menggunakan plugin Woocommerce kita sedikit dibuat kerepotan.

Pertama kita harus setting bahasanya ke Bahasa Indonesia, lalu kita juga harus atur perhitungan ongkos kirim (khusus untuk toko online yang menjual produk fisik) karena mengingat plugin ini dibuat oleh developer luar (dulu, sekarang buatan developer lokal juga sudah ada).

Namun kalau untuk e-commerce produk digital agak mending, karena kita tidak perlu atur ongkos kirim karena biasanya produk digital cukup di download saja atau produknya dikirimkan ke email. Sangat mudah. Untuk produk digital mungkin kita tinggal setting mata uang dan bahasanya saja. Selebihnya saya kira biarkan saja secara default.

Nah, berbeda ketika kita ingin membangun toko online atau e-commerce dengan target lokal dan menjual produk fisik. Rasanya agak repot untuk setting ini itu ketika menggunakan plugin Woocommerce. Just saying. Menurut saya akan lebih mudah lagi apabila menggunakan themes atau plugin buatan developer lokal juga sehingga kita dapat dengan mudah mengaturnya.

Bikin website personal dengan WordPress bisa dilakukan dengan sangat mudah, tak perlu bermacam-macam plugin, langsung menggunakan themes bawaan pun sudah bisa langsung jalan.