Cara meningkatkan produktivitas kerja

Sebagian orang ada yang menghabiskan waktunya untuk bekerja, bekerja dan bekerja, siang dan malam, tidak kenal malam minggu, tidak kenal hari Minggu, pokoknya yang ada di otaknya adalah kerja. Ada yang mengeluh namun ada juga yang enjoy dengan pekerjaannya. Namun disisi lain ada juga sebagian orang yang menghabiskan waktunya untuk berlibur terus menerus yang katanya.. katanya nih.. bisnisnya sudah “auto pilot“.

Bagi tipe yang pertama, pekerjaan dapat menyebabkan dirinya tidak mempunyai waktu luang bahkan untuk dirinya sendiri, untuk keluarganya dan yang lainnya. Apalagi waktu berlibur. Bagi mereka, libur seperti sudah menjadi mitos. Waktu dihabiskan hanya untuk bekerja. Ya multitasking aja, kan bisa? Ya tidak begitu juga. Kadang, ketika kita melakukan banyak hal sekaligus, tidak akan bagus. Karena tidak adanya prioritas dan fokus.

Yang kerjaannya liburan terus. Namun tidak seperti itu juga sih. Karena mereka bisa lebih cerdas mengatur waktu. Pada saat liburan itu juga mereka pasti sambil kerja, walaupun intensitasnya tidak banyak. Dengan manajemen waktu yang baik, liburan bisa juga sambil memperluas network dan relasi.

Sekarang adalah zamannya serba instan. Banyak sekali tools untuk membantu pekerjaan manusia agar lebih cepat dan efektif terselesaikan. Bekerja lebih cerdas bukan lebih keras mungkin tepat. Ditambah dengan manajemen waktu yang baik dengan menciptakan alur kerja yang simple, cepat terselesaikan, dan juga bebas dari stres.

Lihat meja kerja, bersihkan lalu rapikan

Meja kerja dapat melambangkan kondisi pikiran seseorang. Jika meja kerjanya berantakan, maka bisa dipastikan pikirannya pun mengalami hal yang serupa (kyaknya).

Lingkungan yang berantakan dan kotor, akan menyebabkan stres dan tidak fokus. Bersihkan dan rapikan meja kerja akan membuat kita mengatakan “Ah.. iya juga ya. Lebih rapi.” sehingga bekerja bisa lebih nyaman.

Kopi

Untuk menghindari rasa kantuk saat sedang melakukan pekerjaan, kopi bisa menjadi penolong. Kopi dapat menumbuhkan kembali energi. Bagi sebagian orang, kopi itu wajib hukumnya dalam keseharian mereka. In coffee we trust.

Menuliskan ide

Ide dan gagasan kadang muncul tanpa kita duga, kadang bisa muncul ketika sedang berada di kamar mandi. Gunakan fungsi smartphone untuk mencatat semua ide tersebut sehingga tidak lupa. Karena kadang, ide hanya muncul pada momen tertentu saja yang tidak bisa kita duga.

Mengatur ulang file komputer

Manajemen file dan folder yang ada dalam komputer juga penting. Bisa dengan memilah file-file yang sudah tidak terpakai dan tidak terlalu penting, sebaiknya di hapus saja. Sehingga lebih terorganisir.

Dan pisahkan file yang benar-benar penting ke folder khusus, bila perlu simpan di layanan cloud seperti Google Drive, Dropbox, dan banyak lagi layanan lain yang serupa untuk menyimpan important file. Benefit dengan menyimpan file di layanan cloud adalah mudah di share dan mudah diakses dari mana saja.

Cek email di pagi hari

Dengan memeriksa email di pagi hari sebelum membuka dan membaca atau menonton hal lain, maka kemungkinan untuk melewatkan hal yang penting bisa dihindari, apalagi jika tuntutan pekerjaan dan email penting banyak masuk setiap waktu. Oh iya, jangan lupa untuk unsubcribe dari email spam.

Membuat jadwal

Manajemen waktu dengan membuat jadwal keseharian. Dengan begitu, pekerjaan dan juga aktivitas lainnya akan terorganisir dan selesai tepat waktu. Memang, untuk bisa mengikuti jadwal perlu ada penyesuaian. Namun jika sudah terbiasa, akan enjoy menjalaninya.

Pola makan sehat

Tentu makanan dapat mempengaruhi kesehatan seseorang. Dengan mengkonsumsi makanan sehat, tentu badan akan sehat pula. Makanan “rumah” lebih baik daripada makanan cepat saji yang belum tentu sehat. Jangan lupa juga penuhi kebutuhan tubuh akan air minum.

Bangun pagi

Dengan membiasakan diri bangun pagi, akan secara otomatis mendorong diri kita untuk lebih produktif lahir dan batin. Mulai dari ibadah salat subuh, jalan pagi atau jogging, membersihkan dan membereskan rumah, mandi.. Dan tentu masih banyak lagi hal lain yang bisa dilakukan di pagi hari sehingga lebih siap untuk bekerja.

Cobalah untuk mengatakan “nanti ya”

Ketika bekerja, kadang suka ada orang lain yang meminta tolong kepada kita, berharap kita bisa membantu mereka. Namun perlu diingat adalah pekerjaan dan tugas itu lebih penting. Bukan berarti mereka tidak penting, namun kita harus bisa menentukan prioritas. Membantu mereka bisa kita lakukan setelah pekerjaan kita selesai.

Hal tersebut juga untuk menghindari multitasking. Jadi, dengan menentukan prioritas, maka kita bisa tetap fokus. Karena otak dan tubuh kita tidak bisa bekerja dengan melakukan berbagai hal sekaligus. Selesaikan terlebih dahulu apa yang menjadi prioritas utama, baru mengerjakan hal lain.

Pengalih perhatian: sosial media

Ya. Sekarang adalah zamannya sosial media. Dimana-mana sosial media sedang booming. Berbagai informasi dapat dengan mudah kita ketahui melalui sosial media. Kita dapat berinteraksi dengan teman-teman, keluarga, dan bahkan orang yang belum kita kenal dari berbagai belahan dunia.

Dengan sosial media, kita dapat dengan instan mengetahui apa yang sedang terjadi. Namun, sosial media bisa menyebabkan pekerjaan utama tertunda. Sosial media bisa menghabiskan waktu produktif. Sehingga bisa saja berjam-jam di sosial media tanpa melakukan pekerjaan apapun. Ada baiknya, gunakan sosial media dengan cermat dan waktu yang tepat.

Kecuali memang kalo kerjaannya di sosial media.

Pergi liburan

Suasana kerja yang membosankan tentu akan memangkas kreativitas. Sehingga untuk menjadi produktif menjadi sulit. Perlu adanya liburan untuk sekedar “mencuci otak” dari segala hal yang membuat stres. Tempat wisata atau melakukan hal yang menyenangkan merupakan pilihan tepat.