Pengalaman pertama menggunakan PayPal

Saya punya sedikit cerita ketika beberapa hari belakangan ini saya sibuk mengurus akun PayPal. Karena baru pertama kali pakai, saya agak kerepotan. Nah, pertama diawali dari lupa password, karena akun PayPal ini dibuat sudah lumayan lama juga namun baru kali ini dipergunakan. Beberapa hari mencari informasi mengenai cara recovery akun PayPal yang lupa password.

Masalah bertambah rumit karena bukan hanya lupa password, namun lupa jawaban pertanyaan keamanan (security answer). Dan entah informasi dari mana (saya agak lupa), bahwa ketika lupa jawaban pertanyaan keamanan itu harus menghubungi pihak PayPal via telepon. Dari situ saya mulai panik, karena mengingat skill bahasa Inggris yang terbatas.

Karena akun PayPal ini sangat saya butuhkan, maka mau tidak mau harus menghubungi pihak PayPal via telepon. Dari mulai cari informasi mengenai tarif bicara menggunakan pulsa lokal sampai mencari tahu nomor telepon PayPal terdekat, setidaknya masih berada di region perwakilan PayPal Asia.

Saya menghubungi akun @askPayPal di Twitter dan juga fanspage resmi PayPal di Facebook. Lumayan lama juga balasannya karena sepertinya itu di handle oleh customer service yang berada di Amerika dan baru malam harinya saya mendapatkan nomor telepon PayPal yang ada di Singapore, dan berikut adalah nomor teleponnya +65-6510-4584.

Saya pengguna Telkomsel simPATI, dan tarif bicara ke luar negeri cukup ekonomis yaitu dengan menggunakan paket layanan SLI 01017 dengan tarif Rp. 400 permenit (please note, tarif dapat berubah sewaktu-waktu) untuk bicara ke Singapore dengan cara dial 010176565104584. Tarif sudah tahu, nomor telepon tujuan juga sudah tahu, pulsa juga masih cukup, hape juga ada (yaiyalah), dan tinggal keberanian saja yang belum ada.

Oh my God, di sinilah saya sadar betapa pentingnya harus menguasai bahasa Inggris, baik itu menulis maupun berbicara. Lalu pada akhirnya saya memberanikan diri untuk menelepon customer service PayPal yang ada di Singapore dengan skill bahasa Inggris ala kadarnya. Seriously, nervous banget.

Dan akhirnya terhubung juga dengan nomor telepon tujuan, sambutan pertama adalah dari robot/mesin penjawab otomatis yang tentu saja bahasa Inggris yang menyuruh memasukkan pilihan topik permasalahan yang dialami.

Perlu diketahui terlebih dahulu jam kerja mereka, yaitu dari hari Senin – Jum’at mulai pukul 08:00 AM sampai 10:00 PM dan hari Sabtu – Minggu mulai pukul 09:00 AM sampai dengan 06:00 PM waktu Singapore. Nah, pada saat itu saya mengalami kendala mengenai akun yang lupa password serta lupa jawaban pertanyaan keamanan.

The funniest moment begin

Sumpah tangan saya gemetaran ketika menghubungi CS itu, ditambah lagi dia itu cewek (dari suaranya sih kayaknya cakep). Bisa dibayangkan dengan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris yang terbatas lantas membicarakan hal teknis mengenai informasi akun PayPal saya. It’s freaking weird. Perlu diketahui bahwa pertama kali yang ditanyakan adalah alamat email, lalu mereka menyuruh saya untuk mengejanya. Tau sendiri kan kayak gimana kalo orang Indonesia mengeja alamat email tapi pake bahasa Inggris? Hahaha.

Selanjutnya saya ditanya mengenai alamat lengkap ketika pertama kali mendaftar PayPal. Sama, alamat lengkap juga harus di eja. Ketika alamat yang di eja tersebut sama dengan data mereka, maka mereka akan mengirimkan email yang berisi link untuk reset password dan untuk membuat password baru dan tentu saja bisa bypass dari pertanyaan keamanan yang jawabannya lupa.

Dan benar saja, ketika percakapan yang luar biasa gugup dan lucu itu berakhir, saya langsung cek email. Yes! Saya bisa langsung ganti password dan akun PayPal pun kembali lagi. Padahal sesungguhnya saya bisa membuat akun PayPal baru tanpa perlu susah payah menghubungi mereka, namun saya malas membuat email baru dan saya ingin agar akun PayPal menggunakan primary email saya. Disamping itu juga saya mendapatkan experience menghubungi customer service berbahasa Inggris, yah itung-itung menguji mental dan juga keberanian diri aja agar nantinya bisa terbiasa dan tidak gugup lagi ketika berbicara bahasa Inggris.

Dan hal itu baru sebatas recovery akun saja. Di hari berikutnya, saya kembali lagi spend waktu untuk mencari VCC (virtual credit card) untuk memverifikasi akun PayPal saya, sehingga dapat digunakan untuk bertransaksi. Hampir seharian saya mencari penjual VCC ini. Saking banyaknya saya bingung. Karena banyaknya penjual pula, saya buat saja beberapa kriteria, pertama dari respon customer service dan yang kedua reputasinya, pilih yang paling bagus. Untuk apa? Pertama saya tidak suka nunggu dan kedua agar meminimalisir penipuan.

Saya hubungi penjual VCC tersebut satu pesatu. Dan benar saja, kebanyakan dari mereka responnya sangat lama bahkan ada yang akun YM-nya tidak online. Saya menyeleksi mereka dan menemukan satu penjual VCC yang paling cepat responnya. Tak lupa saya lihat juga reputasi dari penjual tersebut di forum forum, dan lumayan bagus juga testimoninya, reputasinya juga lumayan. Dan terjadilah pembelian. Singkat cerita, akun saya akhirnya bisa terverifikasi. Oh iya, usahakan ketika mencari penjual VCC itu yang bisa keluar instant 4 digit kode konfirmasi nya ya.

Ok next step adalah membeli saldo/balance sehingga saya bisa membeli produk yang saya butuhkan, dalam hal ini untuk membeli domain di GoDaddy. Untuk hal ini juga, saya spend waktu seharian lebih untuk mencari penjual saldo PayPal, karena untuk hal ini saya lebih berhati-hati, secara sering sekali terjadi penipuan yang berkedok jual-beli saldo PayPal. Demi meminimalisir penipuan, saya bertanya pada teman yang sudah lebih berpengalaman mengenai akun PayPal, saya pikir mereka akan punya rekomendasi penjual Saldo PayPal.

Hal paling penting

Bahwa ketika akun PayPal yang baru dibuat atau akun lama namun baru diverifikasi (seperti kasus yang saya alami), jangan langsung diisi dengan saldo yang besar sekaligus karena itu akan menyebabkan akun PayPal kena limit (pembatasan penggunaan). Ketika akun paypal kena limit, kita tidak bisa refund dana, tidak bisa edit/remove bank account atau mungkin juga tidak bisa membeli sesuatu. Ketika itu saya belum mengetahui akan hal tersebut dan saya langsung saja isi dengan saldo $30. Dalam hati saya menganggap bahwa itu nilai yang masih tergolong biasa saja, tapi apa yang terjadi? Akun saya kena limit.

Namun saya bersyukur atas kejadian tersebut, karena saya jadi tahu. Kata mereka yang sudah lebih berpengalaman mengenai PayPal, akun baru itu tidak boleh diisi melebihi $10, apabila lebih, ya pasti kena limit. Logika saya mungkin ketika kita menerima dana seketika langsung besar, PayPal melihat itu sebagai aktivitas yang kurang normal dan sangat mencurigakan. Maka dari itu aturan mereka itu sangat ketat demi keamanan.

Dan ketika akun PayPal kena limit, maka berdasarkan pengalaman saya kemarin VCC akan di disable oleh mereka. Repotnya lagi kita harus meng-upload ID Card (KTP, SIM, dll) dan juga buku tabungan bank untuk memastikan validasi data. Dan saya kurang tahu persis berapa proses pengecekan data tersebut. Karena saya tidak mau menunggu dan tidak mau ribet, maka saya putuskan untuk menelpon ulang PayPal yang di Singapore. Panggilan telepon yang kedua kalinya ini tidak terlalu gugup, sudah agak cair.

Saya langsung siap-siap ngomong bahasa Inggris, eh ternyata yang terima telepon tersebut orang Indonesia. Saya lega sekali, jadi saya bisa lebih leluasa menceritakan apa yang terjadi pada akun PayPal saya dalam bahasa Indonesia. Kalau tidak salah dengar, namanya adalah Syukri. Saya juga sempat tanya, ada 5 orang perwakilan Indonesia yang bekerja di PayPal Singapore. Syukri juga menjelaskan bahwa ketika kita menghubungi PayPal lewat telepon, maka otomatis harus berbahasa Inggris, namun ketika kita kirim email, maka email tersebut boleh ditulis dalam Bahasa Indonesia.

VCC pun sudah diaktifkan kembali, namun masalah kembali muncul ketika saya hendak check out belanja domain, ternyata ada masalah lagi “The bank that issued your card didn’t approve this transaction”, dan ternyata ketika akun PayPal kena limit, maka VCC tidak bisa digunakan lagi. Saya sempat bertanya kepada penjual VCC tersebut, namun katanya harus beli lagi VCC yang baru. Yah, mau tidak mau harus membeli lagi VCC yang baru. Menyebalkan memang, namun harus gimana lagi.

Pembelian VCC untuk kedua kalinya ini tidak akan terjadi apabila akun saya tidak kena limit. So, saran saya apabila akun masih baru atau akun lama namun baru diverifikasi, jangan langsung diisi saldo yang besar. Sekian cerita dan pengalaman saya ketika pertama kali menggunakan akun Paypal untuk bertransaksi.