Penyebab dan gejala tekanan darah rendah

Tekanan darah rendah (hipotensi) terjadi apabila seseorang tekanan darahnya di bawah 120/80. Tekanan darah rendah bisa disebabkan karena volume darah yang kurang, terjadinya perubahan hormonal, akibat obat-obatan, melebarnya pembuluh darah, adanya masalah pada jantung, atau juga dapat disebabkan karena kelenjar endokrin. Namun dari semua hal tersebut, kurangnya volume darah merupakan penyebab utama yang memicu terjadinya tekanan darah rendah.

Kurangnya volume darah ini dapat disebabkan beberapa hal, diantaranya adalah adanya pendarahan, kekurangan asupan cairan (kekurangan cairan tubuh akibat muntah atau mencret-mencret). Selain itu, kekurangan volume darah juga dapat disebabkan dari akibat dari penggunaan obat pelancar kencing dan juga akibat paparan sinar matahari atau bisa disebut dengan istilah heat stroke.

Dan tidak ketinggalan, pemakaian obat-obatan juga dapat mengakibatkan tekanan darah rendah. Seperti pemakaian alpha blockers atau beta blockers. Bahkan beta blockers bisa mengurangi detak jantung serta menghambat kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Dan tentu saja ketika kinerja jantung dalam memompa darah terhambat, maka akan berpotensi mengalami tekanan darah rendah.

Bagaimana caranya untuk dapat mengurangi akibat dari tekanan darah? Yoga dan meditasi dapat mengurangi akibat dari tekanan darah. Tekanan darah rendah seringkali dihubungkan dengan penyakit kronis, seperti penyakit stroke dan penyakit jantung. Tekanan darah rendah dapat dibantu ditingkatkan dengan cara melakukan aktifitas ringan dan sederhana, maka tekanan darah akan secara otomatis naik, namun hal tersebut hanya bersifat sementara. Jika sudah tidak melakukan aktifitas, maka tekanan darah akan turun kembali.

Mengalami tekanan darah rendah tentu menjadi hal yang sangat diinginkan bagi penderita tekanan darah tinggi. Namun tidak dengan orang yang mempunyai tekanan darah normal. Karena ketika sudah mengalami tekanan darah rendah, maka akan mudah sekali mengalami lelah, pusing, bahkan bisa sampai kehilangan kesadaran (pingsan).

Pada awal pembentukannya, gejala tekanan darah rendah biasanya hanya terjadi sesekali saja dan tidak terlalu sering. Konsultasi dan periksakan ke dokter merupakan salah satu keputusan yang tepat, karena tekanan darah rendah adalah suatu pertanda bahwa kondisi kesehatan sedang tidak baik. Tekanan darah rendah juga dapat dibantu dengan hal sederhana, seperti:

  • Memastikan bahwa asupan garam cukup. Tekanan darah rendah dapat dibantu ditingkatkan dengan adanya kandungan sodium dalam garam. Konsumsi secukupnya saja, tidak perlu berlebihan.
  • Memenuhi kebutuhan air. Tekanan darah juga ada hubungannya dengan dehidrasi. Jadi untuk dapat meminimalisir hal tersebut, penuhilah kebutuhan air minum harian Anda, jangan sampai kurang namun jangan pula berlebihan.
  • Menghindari penggunaan alkohol. Walaupun bentuk fisik alkohol adalah air, bukan berarti Anda boleh mengkonsumsinya dengan sembarangan dan tanpa aturan. Apalagi jika sudah menderita tekanan darah rendah, sebisa mungkin harus menghindari konsumsi alkohol ini.
  • Menjalankan pola makan sehat. Nutrisi tentu dibutuhkan oleh tubuh dari makanan. Maka, penuhilah kebutuhan tersebut dengan makanan yang sehat dan bernutrisi seperti sayuran, buah-buahan, daging, ikan, gandum, dll.

Penyebab tekanan darah rendah

  • Kehamilan. Selama terjadi kehamilan, sistem peredarah darah berkembang cepat, sehingga mengakibatkan tekanan darah menjadi rendah. Turunnya tekanan darah ketika hamil merupakan hal yang wajar dan akan kembali normal setelah melahirkan.
  • Adanya gangguan pada jantung. Tekanan darah rendah dapat dipicu oleh berbagai kondisi pada jantung seperti: adanya gangguan pada katup jantung, jantung berdetak lambat, gagal jantung, dan juga serangan jantung.
  • Adanya gangguan endokrin (hormon). Tekanan darah rendah dapat dipicu oleh tiroid yang aktif berlebihan (hipertiroidisme) dan juga oleh tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme). Faktor lain seperti diabetes, gula rendah juga dapat memicu terjadinya tekanan darah rendah.
  • Mengalami dehidrasi. Tubuh akan kehilangan banyak sekali cairan ketika sedang mengalami dehidrasi. Gejala dari dehidrasi ringan bisa berupa pusing, lemas, dan juga lelah. Sedangkan dehidrasi berat dapat disebabkan oleh olahraga berat, sering muntah, demam, diare berat sehingga dapat memicu terjadinya tekanan darah rendah.
  • Kekurangan darah. Hilangnya darah dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya terjadi insiden dan terjadi luka parah sehingga terjadi pendarahan. Tentu saja hal tersebut akan menyebabkan tekanan darah menjadi rendah.
  • Terjadinya infeksi berat. Tekanan darah dapat dipicu dengan adanya infeksi dalam tubuh yang masuk ke peredarah darah. Tentu saja kondisi tersebut akan mengakibatkan tekanan darah menjadi rendah. Bahkan dapat berakibat fatal.
  • Reaksi alergi yang parah. Reaksi alergi ini bisa terjadi akibat berbagai hal, seperti makanan, tidak sengaja menelan racun serangga, obat-obatan, dll. Akibat dari alergi ini biasanya mengalami gatal-gatal, gangguan pernapasan, mengalami bengkak pada tenggorokan dan juga tekanan darah rendah.
  • Kekurangan nutrisi akibat diet. Tekanan darah rendah juga dapat dipicu oleh kekurangan nutrisi ketika menjalankan diet. Asupan asam folat dan vitamin B-12 menjadi berurang sehingga mengakibatkan anemia, yang mana anemia merupakan suatu keadaan di mana sel darah merah berkurang kuantitasnya, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya tekanan darah rendah.
  • Obat-obatan. Tekanan darah rendah juga dapat disebabkan karena penggunaan obat-obatan tertentu, diantaranya: jenis antidepresan, obat penyakit parkinson, Viagra (apalagi jika dikombinasikan dengan obat jantung), alpha blocker (obat darah tinggi), beta blockers (obat darah tinggi), pil kencing (diuretik), dll.

Gejala tekanan darah rendah

Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah rendah, mau dari kekurangan cairan (dehidrasi) sampai yang lebih serius. Penanganan yang tepat sangat penting, namun sebelum itu, Anda harus terlebih dahulu mengetahui gejalanya. Adapun gejala tekanan darah rendah diantaranya sebagai berikut:

  • Mengalami pusing dan sakit kepala
  • Berkurangnya konsentrasi
  • Sering pingsan
  • Mengalami gangguan penglihatan seperti pandangan kabur
  • Suhu tubuh dingin dan pucat
  • Mudah sekali merasa lelah
  • Sering merasa haus
  • Depresi
  • Dll